Saturday, January 24, 2015

Curhat 1

Hai.. Halooo..
Mau curhat disini, gak ada yang baca ini..

Gak tau lagi kenapa akhir-akhir ini, ngerasa mau balik lagi kayak dulu. Mau balik lagi jadi yang dulu. Yang gak ada orang yang tau siapa gue, gimana kehidupan gue, sama gak gue di rumah sama di kampus?, cukup simpen cerita sendirian, dan nangis sendirian.
sakit dan kadang bikin nyesek, kalo akhirnya masalah gak selesai orang-orang di sekitar malah jadi pelampiasan, buka di sengaja tapi arahnya pasti ke situ.
kayak nya sifat itu yang belum berubah dari dulu.

Gak tau juga akhir-akhir ini lagi mencoba lari dari masalah, mau nya cari aman. Gak mau cari masalah. Gak tau akhir-akhir ini lagi moody, semua nya jadi negative di depan mata. Gak tau kenapa akhir-akhir ini emosi gak stabil. Lagi gak mau lama-lama di rumah. Lagi males di rumah. Mau keluar rumah, mau main.
Lagi gak mau ngampus juga. Capek.
Ngeluh sendirian, ya yang denger juga diri sendiri. Gak ada yang tau gue capek, gak mau kasih tau juga. Toh percuma, endingnya pasti pada bilang "emang lo doang yang capek? gue juga ! gue lebih capek malah dari lo!"
Gue benci kalo capek nya gue di banding-bandingin, gue benci kalo masalah gue yang menurut gue besar tapi mereka bilang masalah gue lebih besar dari lo !. kenapa sih? kenapa? kenapa gak coba jadi pendengar yang baik? gak bisa ya sebentar aja pinjemin bahunya buat nangis sebentar, buat lepasin capek nya sebentar. sebentar aja sampe nangis nya lega.

Gak tau kenapa akhir-akhir ini jadi kayak gini. Gue kangen sama gue yang dulu.
Tapi kalo gue balik lagi kayak dulu, gue jadi orang yang bodoh. Yang terus-terusan nangis sendirian dengan masalah yang sepele.
Tapi gimana ya? namanya juga hati, kalo lagi capek jadi sensitiv. siapa yang tau? siapa juga yang mau tau?
GAK ADA.

Intinya sih, gue lagi kangen jadi gue yang dulu..

Friday, January 16, 2015

Tak Sama


Dia duduk di atas kasurnya dengan sandaran bantal di belakang punggungnya, laptop di kedua kakinya yang berselimutkan hangat, menahan rasa sesak yang sejak kemarin menyiksa dada nya, kipas angin yang berhempus pelan di depannya, suara kicauan burung yang terdengar dari luar jendelanya. Dia masih disini, di ruangan yang menjadi saksi bisu apa yang dia rasakan atau yang dia lakukan.
Keadaan nya sedang tidak memungkinkan dia untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti kuliah misalnya. Sudah seminggu ini badannya seakan menyusut perlahan menjadi kecil, terlihat seperti tidak ada cadangan lemak di dalam tubuhnya. Dan dia bersyukur masih di beri kesempatan untuk dapat memegang laptop lagi pagi ini walaupun sesak menggerogoti pernafasannya.
Dia mencari sebuah inspirasi untuk kembali menulis sesuatu di blog nya, berkali-kali dia menulis lalu di hapus nya tulisan itu, menulis lagi dan kembali lagi di hapus sampai dia benar-benar tidak mood lagi untuk menulis.
Dia keluar kamar mencoba mencari udara segar, berharap sesak nya hilan tapi tetap saja, rasa sesak itu masih ada. Dia mengambil gelas dan menuangkan air putih di dalamnya, berharap mendapat kelegaan setidaknya untuk mengurangi sedikit rasa sesaknya. Dan ternyata lebih baik, dia kembali keluar memandang langit berwarna gelap dengan perpaduan jingga yang tidak terlalu begitu banyak. Jingga nya bagus, tapi dominan warna gelap di atas sana. “sepertinya akan turun hujan lagi” pikirnya. Dia terus memandangi langit sampai bosan dan berjalan lagi kembali ke kamarnya. Di meja makan itu dia melihat gelas yang di pakainya untuk minum tadi, sejenak berpikir dan mulai mendapat inspirasi untuk menulis lagi di blog yang tidak akan pernah terbaca oleh siapapun.

Seperti warnanya yang bening dan bentuk nya biasa namun terkesan mewah
Para pengrajin kaca itu membuat karya-karya yang tidak semua orang tidak memilikinya
Di setiap rumah, karya-karya itu di tata sedemikian rupa
Digunakan untuk menjamu tamu
Atau digunakan untuk diri sendiri
Karya itu tidak akan pernah lepas dari yang namanya air
Iya air..
Pelengkap karya pengrajin itu
Saling mengisi, sehingga ada sesuatu yang dapat dinikmati selain keindahan karya si pengrajin kaca.
Mereka menyebutnya gelas..
Lebih tepatnya gelas-gelas kaca.
Cantik, indah, beraneka ragam bentuknya, terlihat kokoh, namun mudah pecah.
Dia bisa hancur berkeping-keping, dan tak akan bisa menyatukannya.
Pengrajin kaca pun mungkin tidak bisa.
Saat gelas itu pecah, ada yang akan terluka karena membersihkan serpihan itu.
Banyak dari serpihan yang akan hilang, walaupun di satukan kembali rasanya tak akan sama.
Hingga akhirnya, mereka mengambil gelas yang baru dan membuang gelas yang lama.
Sama saja rasanya, toh juga masih sama-sama terbuat dari kaca.
Yang dibuat oleh pengrajin kaca.
Yang masih tetap indah.
Tapi ternyata, tetap tak sama
Apapun itu tak akan sama.
Akan ada perubahan,
Walaupun perubahan itu menjadi teramat baik, tetap tak akan sama.
Apalagi, jika menjadi lebih buruk, tetap tak akan sama.
Tidak peduli seseorang mengatakan,
Gunung es saja bisa meleleh apalagi hati yang keras? Bukankah keduanya sama-sama diciptakan oleh Tuhan?
Kesempatan yang diberikan bisa saja berkali-kali, tapi apapun itu.
Semua tak sama.
Tak pernah sama.
Apa yang mereka sentuh
Apa yang mereka rasakan.


Sesaknya semakin menjadi, memutuskan dia untuk menghentikan hobi menulis nya ini dan mulai untuk berbaring lagi.

Sunday, January 4, 2015

Introduce ^^

Haii Haii Haii HALOOOOOOOOOOOO !!!!
Okeh.. sudah 3 tahun punya blog dan baru mau menuliskan tentang "SAYA".
Iya. Saya, Gue, Aku, Beta, Me, I am, en et ceteraa. apapun itulah yaa sebutannya.
Pokoknya hari ini gue mau nulis tentang gue. Si penulis amatiran ini yap yap yap..
Gak tau kenapa sekarang perasaan gue lagi gak enak. Ya.. mungkin gak enak nya gara-gara sesuatu hal yang gak bisa di ungkapkan dan dijelaskan dengan kata-kata sehingga tidak dapat digambarkan melalui lantunan kata-kata. Okesippp mulai ngawurrrr !! XD

Ayo Kita Mulaiiiii !!! Cekidoooottttttttttttttt !!! XD

Gue... Gue dan Gue.
Iya Gue !!! Haha *apasih*
Dimulai darimana ya?
hmmmm *mikir keras*.

Nama gue, Denanda Dian P.W.
P.W nya itu apa? yaa cari sendiri deh yaaaaa. Temen-temen SD,SMP,SMA Bahkan Temen Kampus gue pun tau nama panjang gue siapa hahahahaha.
Iya nama gue Denanda, biasa dipanggil Den, Denan, atau Nanda.
20 Tahun yang lalu gue lahir kedunia sebagai seorang gadis manis yang lahir sebagai cahaya seorang putri yang kelak menjadi putri yang bijaksana yang lahir di bulan Desember. *Aamiin* Haha.
Iya gue tua, okeh gak usah di ingatkan yang pasti gue udah tua. Umur gue 20 tahun, baru 20 tahun di tanggal 30 Desember tahun 2014 kemarin. Btw sekarang udah tahun 2015 kan? haha.
Gue anak pertama dari 3 bersaudara. punya satu adik perempuan yang sekarang sudah kelas 5 SD, dan satu lagi adik paling kecil, adik angkat yang lucu, menggemaskan dan nakal nya itu looooohhhhhh bisa bikin satu rumah teriak-teriakann. dia masih umur 4 tahun.

Gue tinggal di Bekasi, udah tinggal disini itu 7 tahun kalo gak salah. Gak punya temen disini.. sedih yaaa :(
iyalah gimana mau punya temen coba? temen sepantaran gue disini itu rata-rata udah kerja dan nikah semuaaaa.
Ya Alhamdulillah gue masih dikasih kesempatan sama Allah SWT buat kuliah.
Oh iya, gue udah mahasisiwi semester 3 di salah satu Akademi Kebidanan swasta di Jakarta Selatan.
Awalnya sih yaaa berharap masuk Akbid Negeri hahahaha tapi gapapa mungkin rejeki gue ada disini. AAMIIIN...........

3 tahun punya blog dan baru memperkenalkan diri sekarang hahaha...
yaudahlah gapapa gak ada yang baca juga.

Okeh.. lanjut yaaa..
Gue suka Detective Conan.Menurut gue dia itu kerennn abiizzzzzzzzz semua movie nya udah pernah gue tonton tapi gak ikutin movie yang terbarunyaa..
Gue juga suka Lee Min Ho, aktor korea yang menurut gue paling tampaaaannnnnn !!!!!!!!!!!!
Dia sebenernya udah terkenal semenjak film Boys Before Flower, tapi gak tau ya gue tuh gak suka banget lee min ho di film itu. aneh ! dengan rambutnya yang kriting kayak mie itu -_-
tapiiii !!!!!!!!! pas di drama korea City Hunter, The Great Doctor, The Heirs. Itu Gilaaaaaa keren bangetttzzzzzz !!!!!

Gue suka biru.
Gue suka laut tapi yang paling gue suka adalah pemandangan di atas gunung. Salah satu impian gue adalah naik ke gunung. Apapun itu, gue mau naik gunung !
Gue suka mawar,
mawar yang warnanya putih melambangkan kesucian.
Gue suka nulis.
Makanya di blog gue ini semuanya tulisan aneh gue ^^
Gue suka mengkhayal.
karena dengan mengkhayal semua yang impossible, gue jadikan possible.
Gue suka lagu yang nadanya sendu,
melow dan bikin hati tenang.
Gue suka kartun.
Karena kartun bikin gue senang senang senang ^w^
Gue suka cowo yang main gitar. hahahahahaha

Okeh apalagi ya? YAUDAH YA ! segini ajaaa dulu cerita cerita manis gueee..
mau promote dulu ah yaaa.

FB: https://www.facebook.com/deenannda
Twitter: https://twitter.com/denandadpw

Pembatas Regret

Pagi di hari ke-4 di bulan dan tahun yang baru.
Halo Januari..

Pagi ini hujan sudah mengguyur tempatku, membawa hawa sejuk nan dingin. Membawa aroma khas hujan, mendendangkan irama yang tidak dimiliki oleh musik-musik lain. Irama khas nya, aroma nya, suasana yang dimiliki hujan yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Aku terbangun di pagi ini, cuci muka dan menggosok gigi. Belum mandi, tapi setidaknya aku masih cukup manis di pagi ini.
Aku terduduk di depan laptop dengan selimut tebal yang menutupi kaki-kaki ku.
Mungkin kalau kaki ku bisa bicara dia akan mengatakan “hangat nya pagi ini”.

Andai saja rasa bersalah itu sepeti hujan, hujan turun dan menghapus jejak-jejak kesalahan yang pernah di toreh kan.
Andai saja sakit hati itu seperti hujan, yang bisa menghapus goresan di atas pasir. Goresan luka..
Andai saja kekecewaan itu seperti hujan, yang bisa di bawa oleh hujan mengalir ke tempat yang jauh hingga perlahan lenyap.

Hujan mengingatkan pada seseorang. Dia yang pernah ku tulis dalam blog ku.
Mungkin seseorang yang berharga?
Bukan.. jika berharga sudah banyak yang akan membelinya, yang akan merawatnya dengan baik karena dia berharga.
Seorang teman?
Iya mungkin, lebih tepatnya teman dekat. Jika dibilang sahabat pun, bukan juga. Tapi setidaknya dia yang berusaha selalu ada saat aku butuh, dia yang selalu menemani ku saat aku butuh seseorang. Dia juga yang selalu mencoba mengerti apapun tentang aku. Iya aku, si penulis amatiran ini.
Kami menyukai hujan.
Kami suka menulis.
Kami menyukai mawar putih.
Kami menyukai warna biru.
Kami adalah orang perasa.
Kami memiliki kisah yang hampir sama.
Kami bersaing.
Kami menangis bersama.
Kami adalah teman dekat.

Sebuah luka mungkin sudah ku torehkan padanya.
Selayak kertas putih yang sudah aku beri tinta hitam yang tidak bisa di hapus.
Di cuci dengan sabun pun tak akan hilang yang ada kertas nya akan hancur.
Bukan hanya satu kertas, tapi dua kertas yang seharusnya dia dapat melukiskan sesuatu yang indah pada kertas itu.
Entah berapa kertas yang dia punya, tapi yang ku lihat di atas meja sana tinggal satu.
Satu kertas, dan jika aku menorehkan lagi tinta itu dia tidak punya kertas untuk melukiskan sesuatu disana.

Aku berjanji tidak akan menorehkan tinta lagi pada nya dan membiarkannya melukiskan sesuatu yang indah.
Tapi ternyata kebodohanku yang menorehkan tinta itu lagi.
Sebuah kata kekecewaan terlontar dari mulutnya, dengan menatap matanya aku tahu dia benar-benar kecewa.
Dan penyesalan itu datang.

Orang bodoh itu adalah orang yang tidak memanfaatkan kesempatan yang sudah di berikan untuk kedua kalinya.
Dan orang yang lebih bodoh lagi adalah orang yang mau memberikan kesempatan untuk ketiga kalinya.

Entah apa arti kesempatan untuknya.

Saat aku memilih untuk pergi dan tidak mengganggu nya lagi agar dia dapat melukis dengan tenang pada kertas yang tersisa, sesuatu menarikku.
Sebuah tali yang tak terlihat. Dia mengikat ku dengan erat hingga aku tidak bisa pergi, tapi tidak bisa untuk mendekatinya lagi.
Sebenarnya tali itu menarikku untuk saling mendekat tapi aku yang memilih melawan kekuatan tali itu. Karena jika aku mendekat aku akan menorehkan lagi tinta hitam itu.
Aku berdiri, mungkin berajarak 10 meter di depannya.
Seperti ada pembatas tipis antara aku dan dia.
Pembatas itu ku beri nama “pembatas regret”.
Pembatas penyesalan yang aku buat sendiri, iya aku buat untuk diriku sendiri.
Agar aku tidak mengacau lagi. agar aku tidak menorehkan lagi tinta hitam di kertas putihnya. Kertas nya terlalu putih untuk ku torehkan tinta hitam.
Dan dia terlalu baik untuk aku kecewakan.


Di tempat aku berdri aku melihatnya mulai mengambil kertas putih, duduk membelakangi ku. Sepertinya dia akan mulai melukis sesuatu disana, entah apa yang dia lukis. Tapi setidaknya aku masih disini, masih melihat nya, masih mengawasinya. Aku akan selalu ada disini, berdiri disini jika aku lelah aku bisa duduk ataupun tidur. Tapi aku akan selalu disini. Dia bisa menoleh ke belakang dan dia bisa temukan aku disini. 

Thursday, January 1, 2015

Mawar Itu Berduri

Hari Pertama di tahun yang baru..
Halo, 2015..

Aku duduk di depan laptop memandang keluar jendela, pemandangan yang setiap pagi aku lihat.
Rumah sederhana yang ada di depanku, jalanan dengan batu-batu kecil, anak-anak yang berlari kesana kemari.
Suasana pagi di awal tahun ini sejuk, mungkin juga bisa dikatakan dingin. Karena hujan di pagi-pagi buta membuat suasananya menggoda untuk tetap berada di atas kasur dan berselimutkan sampai siang benar-benar menjemput.
Pandangan ku tertuju pada sebuah vas bunga, tidak terlalu besar tapi setidaknya bisa ku taruh di dekat jendela. Itu bunga mawar, bunga pemberian teman-teman ku di kampus karena hari ulang tahunku. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga memberi ku bunga.
Mawar merah dan mawar putih.
Seberani maknanya dan sesuci warnanya.

Indah ya, aku harap mawar itu bisa hidup lebih lama lagi karena sudah aku beri mereka air. Namun sayang, Tuhan berkata lain. Satu per satu kelopak indahnya jatuh.

Mawar..
Bunga yang cantik, semua mawar itu cantik.
Mungkin dia adalah bunga yang paling cantik.
Banyak di kagumi oleh orang-orang karena kecantikan bunga itu.
Kelopak yang mekar dengan indahnya.
Saat masih menjadi kuncup pun indah, bisa dibayangkan betapa indahnya saat mekar.

Mawar..
Mengingatkan aku tentang persahabatan itu..
Persahabatan yang singkat namun manis.
Mawar putih itu lah pemberian mereka,
Mereka yang pernah dekat dengan ku hingga menjadi sangat akrab..

Hari-hari yang dilalui serasa hanya ada tawa dan kegilaan yang kita buat
Kenangannya begitu manis
Hampir setiap waktu kami habiskan bersama.
Kita punya cara untuk menghabiskan waktu bersama
Hingga lupa waktu berlalu cepat..

Seindah bunga itu.
Seindah pula kenangan itu.

Tapi aku lupa,
Hampir lupa..
Kalau mawar itu berduri

Seperti bunga yang layu, satu per satu kelopak nya jatuh.
Seperti mawar yang berduri, satu per satu tangan orang-orang yang ingin mengambilnya terluka.
Walaupun mereka mencoba melindungi tangan mereka dari duri, tetap saja kan?
Mawar itu tetap berduri..

Persahabatan kini menjadi duri.
Tidak,
Aku tidak dendam.
Perasaan ku pun tidak semarah layak nya warna merah menyala.

Tapi duri itu membuat ku menjauh.
Persahabatan itu buat ku sudah tidak ada.

Rindu yang mungkin kami rasakan hanya rindu biasa.
Perasaan ku sekarang biasa saja.
Selalu mencoba menarik diri dari mereka.

Aku tipe orang yang tidak mempercayai orang lain.
Susah untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar mengerti kita apa adanya.
Dan saat ku temukan mereka, aku senang.
Seiring berjalannya waktu duri itu muncul.
Seperti masalah sepele yang akhirnya membuat kelopak itu makin banyak yang jatuh.

Biarkan mereka menjadi mereka.
Dan aku menjadi aku.

Aku akan kembali..
Menjadi aku..
Aku yang lebih baik lagi..

Tidak akan pernah ku lupa
Kenangan manis bersama mereka..

Mereka indah seperti mawar.

Mawar yang berduri..

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...