Wednesday, April 20, 2016

Kasus Penutup

Sobatku Watson,

Aku menulis surat ini atas kebaikan hati Mr. Moriarty yang bersedia memberiku waktu sejenak sebelum kami membicarakan masalah yang ada di antara kami. Dia telah menceritakan padaku bagaimana caranya sampai dia bisa meloloskan diri dari polisi Inggris dan bagaimana dia tahu di mana kita berada. Aku benar-benar salut atas kemampuannya. Aku merasa gembira, karena sebentar lagi aku akan membebaskan masyarakat kita dari cengkeramannya, walaupun dengan harga yang sangat mahal yang mungkin akan membuat sedih hati teman-temanku, khususnya engkau, sobatku Watson. Tapi, aku kan pernah mengatakan padamu, bahwa karierku sudah mencapai garis akhir, dan aku senang sekali karena dengan cara beginilah karierku berakhir. Perkenankanlah aku mengaku padamu, sebenarnya aku sudah yakin bahwa surat dari Meiringen yang memintamu kembali ke sana itu palsu, tapi aku mendiamkan hal ini supaya kau bisa segera meninggalkanku, karena aku sudah mencium apa yang bakal terjadi di sini. Tolong katakan pada Inspektur Patterson bahwa surat-surat yang diperlukannya sebagai bukti untuk menghukum komplotan ini di pengadilan dapat diambilnya di kotak surat bertanda M, dalam amplop biru dengan tulisan "Moriarty''. Aku sudah mengurus harta milikku sebelum meninggalkan Inggris, dan semuanya kuwariskan pada kakakku Mycroft. Sampaikan salamku kepada Mrs. Watson, dan percayalah, kau adalah satu-satunya sobatku yang sejati.
Salamku, Sherlock Holmes

Thursday, April 14, 2016

Rindu ku

Apa yang harus aku lakukan?
Membunuh rasa rindu yang telah ia rekatkan ke hati ini.
Hati yang penuh harap.

Bodoh, aku hanya bisa diam disini.
Meratapi hujan yang jatuh seakan menertawakan ku hingga menangis.
Aku tak suka,
Aku benci,
Tapi aku tak bisa apa-apa.

Memang senja bukan untuk fajar.
Mereka tak kan bisa di pertemukan.
Ada dinding besar yang bertuliskan “Hai, kalian tidak akan bisa bersama”

Aku duduk di samping jendela itu menatap hujan yang masih seakan menertawakanku.
Dalam lamunku pun terlintas,
Apakah hujan dijatuhkan oleh langit?
Atau hujan sendiri yang menjatuhkan dirinya?
untuk apa dijatuhkan oleh langit?
Dan untuk apa menjatuhkan dirinya sendiri?

Apakah seperti aku?
Aku yang terlalu berharap pada sesosok bayangan yang tak kan pernah bisa ku sentuh

Atau kah dia yang tak pernah ingin menampakkan dirinya di hadapan ku?

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...