Friday, June 3, 2016

Rindu 1

Langit seakan mengejekku, menertawakan ku terpingkal-pingkal. Diatas sana aku iri pada 2 bintang yang sangat sangat  dengan terangnya di antara awan-awan kegelapan menyertainya. Aku semakin merasa langit benar-benar menertawakanku.
Lucu.
Tapi aku tidak bisa tertawa.
Perpisahan sementara ini menimbulkan sesak di dada, aku selalu menunggu ada nada pemberitahuan di HP ku akan kabar darinya. Pria ini tangguh.. jadi aku harus menjadi wanita yang tangguh juga di hadapannya saat dia tidak bersamaku disini.
Tapi itu menyiksa, aku harus benar-benar memendam tangis ku yang mengisyaratkan bahwa aku benar merindunya.
Perasaan apa ini? haha
Entahlah, seperti apa perasaan ini. dia mengatakan “Aku akan kembali” dan aku menyimpulkan “dia tidak akan benar-benar kembali”.
Pikiran macam apa ini?
Aku memandang langit dan 2 bintang itu masih bersama bersniar. Entah apa makasud langit menunjukkan karya nya?
Hipocrates pernah mengatakan “Ada beberapa hal yang mungkin akan dimengerti hanya oleh pikiranmu, dan beberapa hal yang hanya dimengerti hatimu”
Saat logika dan perasaan harus mempertahankan keyakinannya masing-masing sehingga membuat ego yang luar bisa dan tidak menutup kemungkinan gelas kaca itu akan pecah.
Aku butuh waktu..
Aku butuh kamu..


Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...