Monday, March 7, 2016

Kembang Api

Aku pernah mendengar sebuah syair yang berbunyi..
“Kita semua pernah menjadi kembang api seseorang..
Terbang…
Melayang…
Menyala…
Meredup…
Kemudian selesai”

Iya dan semuanya selesai..
Seperti itu manusia melewati fase perkenalan, merangkai memori indah, semakin dekat, lalu terpisah jarak, mulai tak ada kabar, dan hilang perlahan. Sampai kata-kata “See You On Top” dikumandangkan untuk mereka yang saling sapa pun mementingkan ego nya, “Gak enak nyapa duluan, nunggu dia yang nyapa” tanpa tahu di seberang sana pun ada yang menunggunya untuk saling menyapa.
Selalu seperti ini di kehidupan yang aku jalani, aku bertemu, berkenalan, mulai dekat, menjadi sangat dekat, membuat sebuah memori yang tak terlupakan, lulus sekolah, beda sekolah, jarang main bareng, dan akhirnya melupakan satu sama lain.

Pertemuan akan selalu bersanding dengan perpisahan.
Kau berani untuk berkenalan dengan seseorang itu adalah tanda kau berani untuk melepasnya suatu hari nanti.
Dan aku, manusia yang takut dilupakan.
Aku takut tidak disapa lagi,
Aku takut menjadi asing,
Aku takut mereka menyampingkan ku,
Aku takut sendirian..

Aku tidak mau seperti kembang api itu,
Tapi terkadang memang seperti itu jalannya..

Yang selalu aku yakini adalah, teman sejati tak akan pernah meninggalkan..”

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...