Sunday, December 28, 2014

Larut Malam

masih terjaga dengan mata yang tidak bersayup-sayup tapi mulut sudah menguap menandakan ingin pergi ke mimpi, tapi apalah daya keadaan yang memaksa untuk tidak tidur bukan hanya sedang belajar untuk UAS nanti tapi karena kondisi fisiknya yang sesak tidak mengizinkan nya untuk tidur.
percuma tidur jika sesak.

aku suka minggu-minggu ini, kenapa? karena hujan.
membuat semuanya basah dan dingin.
tapi disisi lain aku juga tidak suka hujan jika hujannya mulai sangat deras dan membuat lantai depan rumah ku kotor karena air nya naik.
itu membuat ku harus mengepel. dan jika mood ku sedang tidak bagus aku akan sangat malas untuk membersihkannya.

sebentar lagi UAS, setidaknya sudah beberapa materi yang sudah disimpan.
dan nilai ku sebelumnya ternyata turun. ah who care? 

btw, aku sedang mendengarkan lagu Am I Wrong. suka sama liriknya, nadanya juga lumayan walaupun membuat sediki bosan mungkin.

hmm... ternyata, aku sudah terlalu lama.
terlalu lama menjadi orang lain
terlalu lama hidup jadi orang lain
terlalu lama hidup dalam mimpi

sikap dewasa yang tak pernah terlihat
masih menganggap semuanya bisa berjalan sesuai rencana
dan keegoisan masih menyelimuti dirinya
sekarang lebih parah..

Wednesday, December 24, 2014

Sepatu-Tulus

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya

Mungkin tak semua bisa bersatu.

Monday, December 22, 2014

Cukup

Sudah cukup !
Cukup untuk menjadi orang lain !
Tidakkah kamu bosan? Tidakkah kamu lelah menjadi orang lain?
Hanya untuk diperhatikan sama?
Hanya untuk dilihat sama?
Hanya untuk dianggap sama?
Sama dengan orang lain yang bukan dirimu?

Tidakkah kamu sadar?
Otak mu lelah,
Lelah untuk berfikir bagaimana lagi agar kamu dianggap sama dengan dia? Atau mereka?
Tidakkah kamu dengar?
Hati mu berteriak,
Berteriak untuk menghentikanmu.

Apa yang sedang kau fikirkan untuk menjadi orang lain?
Tidakkah cukup menjadi dirimu sendiri?

Kenapa kamu? Apa yang sedang terjadi padamu?
Oh.. bukan kamu !
Lebih tepatnya Aku !

Apa yang sedang aku lakukan?
Menghabiskan waktu untuk mencari cara agar aku dilihat sama?

Bodoh !

Entah apa yang sedang aku fikirkan?
Aku kehilangan “Siapa Aku?”
Kenapa?

Hah.. Aku bahkan tidak bisa menjawab

Siapa Aku?
Apa yang sedang terjadi pada ku?
Apa yang aku lakukan?
Kenapa?

Bukankah aku tidak suka dengan seseorang yang tidak menghargai dirinya sendiri?
Kenapa aku begitu cerdas untuk menasihati orang lain?
Sedangkan untuk menasihati diri sendiri pun aku tak mampu?

Apakah aku mulai sombong?
Sombong bahwa aku hanyalah seorang manusia?
Yang hanya diciptakan dari segumpal tanah?

Tuhan menciptakan aku.
Dan aku hanya menikmati saja apa yang sudah Dia berikan padaku.
Tapi, kenapa?

Lagi, lagi dan lagi..

Perasaan ini muncul..
Fikiran ini datang..
Sikap ini timbul..

Kenapa?

Sampai malam ini pun..
Aku hanya terduduk diam,
Dengan sejuta pertanyaan yang berulang-ulang..
Dan belum ku temukan jawabnya..

Tuhan..
Rindukah Engkau padaku?
Rindukah Engkau aku meminta pada-Mu?
Rindukah Engkau aku bersujud pada-Mu?

Rindukah Engkau aku menangis di hadapan-Mu?

Gadis Pengagum Hujan

Teruntuk dia Si Gadis Pengagum Hujan..

Hai, Apa Kabar?

Sudah lama aku tidak melanjutkan cerita-cerita tentang mu
Apa kamu masih mengagumi hujan?
Hujan yang selalu kamu ceritakan padaku,
Hujan yang selalu mengingatkan mu tentang dia.

Penulis amatiran ini berusaha membuat sajak-sajak indah

tentang dirimu, iya kamu..

Sang Pengagum Hujan..


Apa kamu masih sering menangis dibawah hujan?

Agar orang-orang di sekitar tidak tahu kamu sedang menangis.
Entah menangis sedih atau bahagia.

Tapi kini ku lihat dirimu berkembang.

Seperti sebuah bunga yang awalnya hanya kuncup kecil
Sekarang mekar dengan indah dan dihinggapi kupu-kupu nan cantik

Hai Gadis Pengagum Hujan, apa kabar?

Aku harap kamu selalu dalam keadaan baik agar kamu bisa terus menceritakan betapa indah nya hujan kepadaku..

Sunday, December 21, 2014

Indah Nevertari - Come And Love Me

Hai cinta bukanlah mainan 
Ini sebuah perasaan
Jangan sekalipun menyakitinya
Bila kau tak ingin kena karmanya

Hai kau takut karma cinta
Masih suka coba-coba
Karena cinta itu adalah sacral
Untuk selamanya menuju kekal

Petiklah hatiku dengan kesungguhan
Jadiilah embun penyejukku
Nyalakan cahaya
Menuntun langkahku
Ku kan setia di belakangmu

Come n love me
Come n love me
Come n love me
Come n love me

Hai ku mau cinta sekali saja
Tapi untuk selamanya
Ku mau cinta sepenuh rasa
Miliki aku selamanya
Berilah cinta 
Bagai cahaya
Terangi aku selamanya
Temani aku selamanya

Come n love me
Come n love me


Hai cinta bukanlah mainan 
Ini sebuah perasaan
Jangan menyakitinya

Hai kau takut karma cinta
Masih suka coba-coba
Karena cinta itu adalah sacral
Untuk selamanya menuju kekal

Come n love me
Come n love me

Hai ku mau cinta sekali saja
Tapi untuk selamanya
Ku mau cinta sepenuh rasa
Miliki aku selamanya
Berilah cinta bagai cahaya
Terangi aku selamanya
Temani aku selamanya

Come n love me

Come n love me

Sunday, December 14, 2014

Ada yang mempertahankan sedangkan yang di pertahankan itu ingin pergi?

Terkadang hidup itu seperti ini,
Ada yang mempertahankan sedangkan yang di pertahankan itu ingin pergi.
Ada yang ingin pergi sedangkan hati nya ragu.
Ada yang ragu tetapi hatinya memilih untuk pergi.
Ada yang pergi dan datang lagi, ada juga yang pergi dan ia benar-benar pergi.
Berharap kembali, tapi ternyata hatinya begitu kuat untuk memilih pergi.
Sedangkan tangis orang-orang yang tidak ingin ia pergi tak di hiraukannya.
Banyak alasannya,
Mungkin salah satunya adalah, dia tidak ingin mengecewakan orang lain.
Jika dia mengecewakan orang lain, orang itu yang pergi. Jadi dia memilih pergi.
Ada juga alasan yang seperti ini, karena terlalu sayang jadi pergi.
Karena dia tahu, suatu saat orang yang dia sayang akan pergi, entah itu pergi dengan sendirinya,  di ambil orang lain atau Tuhan.
Dia tidak ingin merasakan sakit nya ditinggal oleh orang yang dia sayang, makanya dia pergi.
Mungkin alasan yang terakhir adalah, karena dia lelah.
Lelah merasakan kecewa.
Kecewa karena selalu memasuki rumah yang ternyata pintunya pura-pura di buka.
Memaksa masuk untuk bertamu, ternyata sang pemilik rumah  tidak menerima tamu.
Makanya dia pergi.
Entah ada alasan lain atau tidak, setidaknya ini yang ada di dalam pikiran dia.

Dia duduk manis merenung melihat langit gelap tanpa sinar bintang ataupun bulan, berharap cerita dongeng yang selalu dia dengar tentang indahnya langit kala malam terjadi pada malam ini.
Namun tidak, dongeng hanyalah dongeng.
Dia memainkan jari-jari nya, kebosanan sudah mulai menemaninya di malam ini.
Dia masih berkutat dengan fikirannya, yang mungkin tidak penting untuk orang lain.
Pikiran bodoh, yang selalu memikirkan kenapa orang lain harus pergi?.
Kenapa selalu ada istilah, orang-orang datang untuk pergi lagi?
Dan kenapa harus ada pertemuan sedangkan pada akhirnya ada yang namanya perpisahan?

Tuhan selalu punya rencana yang baik, teramat baik. Sampai kita pun tidak bisa menduga apa akhir dari rencana-Nya tersebut.


Dia masih duduk memandang langit, masih berharap cerita dongeng tentang langit itu nyata.

Masih berkutat dengan pikiran-pikiran bodohnya itu.

Saturday, December 6, 2014

Kepada Alam dan Pencintanya - Ritta Ruby

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki

Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

Oh alam’ korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti

Arti kehidupan’

Kepada Orang Yang Baru Patah Hati - Raditya Dika

Kepada orang yang baru patah hati
Persilahkan dirimu bersedih. Para orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih. Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu, seakan kamu harus buru-buru tertawa. Setelah hal buruk menimpah, tapi tidak ! Seperti hujan di tepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada.
Setiap kematian butuh peratapan, begitu pun cinta yang telah mati, maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan. Menangis hingga tidak bisa mendengar suaramu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke kafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini. Izinkanlah dirimu bersedih. Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang. Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap.

Kepada orang yang baru patah hati
Setelah kamu bosan bersedih. Inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali. Mulai dengan hal yang mudah, kamu bisa mulai coba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia. Ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermain musik lihatlah dirimu didepan cermin dan bersenandunglah. Lalu diantara nada-nada itu bisikkan kepada dirimu sendiri "Aku pantas untuk bahagia".

Kepada orang yang baru patah hati
Selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu teman mu. Tertawalah sampai lupa waktu. Tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka. Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu di usir dari tempat itu, emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu.
Tempat yang kalian pernah datangi tidak akan terasa sama. Teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya "Si dia mana ya ?", yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya. Tapi percayalah satu hal semua ini akan berlalu, sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti terganti terang, dan luka pasti terganti dengan senyuman tipis dibibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati

bersabarlah, karena di setiap gelap ada cahaya kecil, karena disetiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali. 

http://www.rezapratama.com/2014/11/kepada-orang-yang-baru-patah-hati-by.html

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...