Saturday, December 5, 2015

Apa Kabar?

Hai apa kabar?
Aku masih disini dan baik-baik saja.
Aku masih bisa tersenyum tanpa kamu.

Terkadang saat itu kamu patahkan hati ku,
Butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan lukanya.
Patah hati itu sakit.
Mungkin bisa dikatakan lebih sakit daripada patah tulang.

Aku butuh waktu lama untuk terbiasa tanpa kamu.
Karena kamu salah satu kebiasaan aku.
Kebiasaan aku untuk menyapa kamu di pagi hari.
Kebiasaan aku untuk mengingatkan kamu makan.
Kebiasaan aku untuk member kamu semangat setiap harinya.

Kamu tau gak? Mengubah kebiasaan itu teramat sulit.
Aku harus keluar dari nyaman nya aku ke kamu.
Aku harus mengubah kebiasaan aku.

Kamu tau gak? Aku harus menangis dulu untuk ubah kebiasaan aku.
Aku harus lelah hati dulu untuk ubah kebiasaan aku.
Aku harus berlari sejauh mungkin untuk mencoba tidak mengenalmu.
Dan itu rasanya sakit.

Hai apa kabar?
Aku yakin kamu baik-baik saja disana.
Dan aku pastikan aku lebih baik baik saja disini.
Tanpa kamu.
Ada yang hilang.
Tapi aku berhasil keluar dari zona nyaman itu.
Aku selesai.
Kamu pun selesai.
Aku rindu, apa kamu rindu juga disana?
Tapi aku sudah lelah rindu sendirian.
Terimakasih kamu.

Terimakasih kenangan.

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...