Thursday, January 1, 2015

Mawar Itu Berduri

Hari Pertama di tahun yang baru..
Halo, 2015..

Aku duduk di depan laptop memandang keluar jendela, pemandangan yang setiap pagi aku lihat.
Rumah sederhana yang ada di depanku, jalanan dengan batu-batu kecil, anak-anak yang berlari kesana kemari.
Suasana pagi di awal tahun ini sejuk, mungkin juga bisa dikatakan dingin. Karena hujan di pagi-pagi buta membuat suasananya menggoda untuk tetap berada di atas kasur dan berselimutkan sampai siang benar-benar menjemput.
Pandangan ku tertuju pada sebuah vas bunga, tidak terlalu besar tapi setidaknya bisa ku taruh di dekat jendela. Itu bunga mawar, bunga pemberian teman-teman ku di kampus karena hari ulang tahunku. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga memberi ku bunga.
Mawar merah dan mawar putih.
Seberani maknanya dan sesuci warnanya.

Indah ya, aku harap mawar itu bisa hidup lebih lama lagi karena sudah aku beri mereka air. Namun sayang, Tuhan berkata lain. Satu per satu kelopak indahnya jatuh.

Mawar..
Bunga yang cantik, semua mawar itu cantik.
Mungkin dia adalah bunga yang paling cantik.
Banyak di kagumi oleh orang-orang karena kecantikan bunga itu.
Kelopak yang mekar dengan indahnya.
Saat masih menjadi kuncup pun indah, bisa dibayangkan betapa indahnya saat mekar.

Mawar..
Mengingatkan aku tentang persahabatan itu..
Persahabatan yang singkat namun manis.
Mawar putih itu lah pemberian mereka,
Mereka yang pernah dekat dengan ku hingga menjadi sangat akrab..

Hari-hari yang dilalui serasa hanya ada tawa dan kegilaan yang kita buat
Kenangannya begitu manis
Hampir setiap waktu kami habiskan bersama.
Kita punya cara untuk menghabiskan waktu bersama
Hingga lupa waktu berlalu cepat..

Seindah bunga itu.
Seindah pula kenangan itu.

Tapi aku lupa,
Hampir lupa..
Kalau mawar itu berduri

Seperti bunga yang layu, satu per satu kelopak nya jatuh.
Seperti mawar yang berduri, satu per satu tangan orang-orang yang ingin mengambilnya terluka.
Walaupun mereka mencoba melindungi tangan mereka dari duri, tetap saja kan?
Mawar itu tetap berduri..

Persahabatan kini menjadi duri.
Tidak,
Aku tidak dendam.
Perasaan ku pun tidak semarah layak nya warna merah menyala.

Tapi duri itu membuat ku menjauh.
Persahabatan itu buat ku sudah tidak ada.

Rindu yang mungkin kami rasakan hanya rindu biasa.
Perasaan ku sekarang biasa saja.
Selalu mencoba menarik diri dari mereka.

Aku tipe orang yang tidak mempercayai orang lain.
Susah untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar mengerti kita apa adanya.
Dan saat ku temukan mereka, aku senang.
Seiring berjalannya waktu duri itu muncul.
Seperti masalah sepele yang akhirnya membuat kelopak itu makin banyak yang jatuh.

Biarkan mereka menjadi mereka.
Dan aku menjadi aku.

Aku akan kembali..
Menjadi aku..
Aku yang lebih baik lagi..

Tidak akan pernah ku lupa
Kenangan manis bersama mereka..

Mereka indah seperti mawar.

Mawar yang berduri..

3 comments:

  1. mawar berduri? itu gambaranmu tentang kita yang dulu . iya "kita yang dulu" . aku juga sama . menggambarkan kita itu seperti sebuah gelas. lalu mereka menggambarkan kita seperti apa? "mawar berduri disebuah gelas yang berisi air"?

    ReplyDelete
  2. haha bagus tuh, boleh tuh di buat cerita. sok atuh lo yg buat ceritanya :p

    ReplyDelete
  3. Iya nanti gue buat hahhahhah. Tunggu aja cerpennya terbit 3:)

    ReplyDelete

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...