Ajari aku menggunakan pena
Akan kutulis gemercik air udara
dingin kabut senja sampai daun gugur
Rasa takut
Aku akan duduk melihatmu dari jauh,
sambil mendoakanmu dari jauh
selama aku tidak bisa melakukan
apapun saat ini
Bahkan untuk sekedar bertanya apakah
kamu sudah makan?
atau apakah kamu baik-baik saja ?
Sekalipun kesempatan itu ada
Aku merasa tidak semua kesempatan
mesti di ambil
Aku akan duduk memperhatikanmu dari
jauh-jauh sambil mendoakanmu
Sekalipun tangan dan kaki begitu ingin
bergerak menolongmu ketika kamu tersandung dan jatuh
Aku tahu kamu bisa berdiri sendiri meski harus duduk sebentar untuk
merasakan rasa sakit itu
Aku akan berdiri dan memandangmu
dari jauh sambil mendoakanmu
Aku akan memastikanmu baik-baik saja
Setidaknya aku tahu apa kamu bahagia
atau bersedih untuk hari ini
Sebab aku tidak bisa berada
didekatmu saat ini
Tuhan tidak menyukainya
Bahkan ketika aku
bersembunyi-sembunyi seperti inipun aku masih merasa takut bahwa Dia cemburu
karena aku menduakanNya
lalu aku bersimpuh lalu bertanya
pada diri sendiri mengapa aku takut melangkah lebih jauh
Aku tahu aku menginginkan berada
disana
berada didekatmu saat suka dan duka
orang yang akan menolongmu pertama
kali saat jatuh
Menjadi orang pertama yg akan menemuimu
dipagi hari
untuk menanyakan apa kabar tidur
malam tadi, nyeyakah ?
Menjadi orang yang selalu berada
didekatmu
dan menggandeng tanganmu saat
kemana-mana
Membuatkanmu sarapan pagi atau
secangkir kopi dimalam hari
Aku bertanya mengapa aku terlalu
takut melangkah lebih jauh ?
aku terlalu takut pada kenyataan
bahwa aku memang penakut
Aku ingin bertanya kepada Tuhan mengapa
aku begitu takut
apakah Tuhan cemburu karena aku
lebih mencintai makhlukNya dari pada diriNya sendiri
Aku takut Dia marah padaku dan
mencabut keberanian itu dari dalam diriku,
menggantinya dengan rasa takut dan
khawatir..
No comments:
Post a Comment