masihkah kau ingat pertama bertemu..
kamu masih cupu aku masih lugu..
kisah masa lalu..
aku dan dirimu..
Sepenggal lirik lagu band
indie asal Semarang yang nadanya menurut ku sedikit aneh namun memiliki lirik
yang lucu dan memiliki makna yang indah..
Hari ini aku menangis,
mungkin tangisan pertama di depan dia.
Dia, sahabat ku..
Aku mengenal nya saat
masuk kuliah, entah hari keberapa aku saling tegur sapa dengannya. Singkat
cerita kami dekat dan teramat dekat. Saat itu, 6 bulan waktu yang cukup untuk saling
mengenal dan memahami. Walaupun hanya sepintas kenal dan paham, tapi cukup
untuk tahu siapa dia dan bagaimana sikap nya.
Awalnya bukan dia, bukan
dia orang yang membuat ku berbagi cerita dan masalah. Awalnya bukan dia yang
pada akhirnya dia lah yang menjadi teman duka dan teman suka.
Kebersamaan yang kami
ciptakan lewat canda dan tawa, tangis dan duka, pertengkaran dan rasa kesal.
Semua tercipta.
Kebersamaan yang kami
lewatkan dengan saling memahami, saling menjaga, dan saling melindungi. Kami
lewatkan bersama.
Dia adalah salah satu yang
terbaik dari yang terbaik.
Bukan apa-apa, tapi memang
dia lah yang berusaha selalu ada.
Dan memang ada padanya,
sikap yang membuat orang lain nyaman bersamanya.
Ingatkah? Bahwa aku
berkata, kami teramat dekat?
Bohong jika ada yang
berkata “dia temen deket gue, ngapain gue iri sama dia?”
Karena memang pasti
seperti itu.
Dan itu pernah terjadi.
Tuhan tahu,
Dia pun tahu,
Rasa iri yang seharusnya
tidak ada namun muncul.
Hingga ada pada diri ini
“dia sainganmu”.
Mungkin ini cara Tuhan
menguji bagaimana aku meredam rasa itu yang memang seharusnya tidak boleh ada.
Dan Tuhan berhasil, dia
bukan lagi sainganku melainkan sahabat ku.
Ingatkah? Bahwa aku
berkata, kami teramat dekat?
Hingga muncul pada diri
ini suatu keegoisan yang besar.
Mungkin ini cara Tuhan
menguji bagaimana aku berfikir bahwa bukan hanya aku temannya.
Dan Tuhan berhasil, aku
merelakan dia pergi bersama teman nya yang lain tapi aku diberi suatu
kepercayaan bahwa kemanapun dia pergi, aku adalah tempatnya kembali.
Entah kepercayaan semu
atau bukan tapi itulah yang terjadi.
Hari ini aku
menyembunyikan kepala ku di pundaknya
Aku memeluk sahabat ku
erat,
Dan ternyata air mata ini
jatuh
Dirimu..
Teman terbaikku
Yang mengerti yang ku mau yang ku suka dan ku benci
Dan dirimu..
Satu yang terbaik yang pernah aku miliki
Saat ini sampai nanti..
Satu lagu yang menjadi
soundtrack saat kami berpelukan.
Dia bilang “Ini lagu buat
lo”
Iyaa. Dan disinilah
berakhir saat waktu yang menunjukkan pukul 16.00 WIB dan waktunya untuk pulang.
Aku menangis dalam diam di
pelukannya.
Tuhan tahu, aku bisikkan
sesuatu padanya.
Yang mungkin dia tidak
akan pernah tahu, dengar pun mungkin tidak.
Tapi Tuhan tahu..
Hujan pun mewakili
perasaan ku hari ini.
Bukan tentang kesedihan..
Tapi rasa syukur,
setidaknya setelah orang tua ku ada dia yang bisa jadi tempat tumpahnya semua
air mata kesedihan maupun kebahagiaan.
Satu yang ku pinta padamu,
Tuhan.
Apapun yang terjadi nanti
Biarkanlah kami tetap
seperti ini
Saling tertawa
Menangis bersama
Bertengkar
Tapi saling menjaga..
No comments:
Post a Comment