Saturday, November 15, 2014

KAMI :')

Ada yang bilang "jangan masuk ke rumah yang pintu nya pura-pura di buka", lalu aku bertanya bagaimana caranya membedakan pintu yang benar-benar terbuka dan tidak?, dia menjawab "coba dekati dan kamu akan tahu pintu itu benar-benar terbuka atau tidak"

setiap cerita akan ada saat nya harus kembali dan melanjutkan. sekarang aku mengalami fase dimana aku merindukan semua nya. semua tentang mereka. aku beri nama "KAMI".
singkat. tapi cukup jelas untuk memahami KAMI. sebuah cerita tentang aku dan mereka yang sangat singkat namun berarti. aku diberi waktu untuk merasakan betapa hangatnya cerita itu, cukup satu tahun.
indah, mengesankan, seru, dan mungkin cerita yang paling manis.
satu tahun cukup untuk mengenal bagaimana mereka.
satu tahun cukup untuk tertawa dan menangis.
satu tahun cukup untuk sebuah perasaan kecewa.
satu tahun cukup untuk sebuah kata sia-sia.
satu tahun cukup untuk tahu bahwa akhirnya kita bukan lagi orang yang sama.
Kami yang sekarang bukan KAMI yang dulu..
seperti sebuah syair lagu bukan? :)

Aku tetap bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, jika aku tidak dipertemukan oleh mereka mungkin aku tidak akan pernah belajar, mana yang benar-benar teman dan mana yang bukan teman.
mereka teman ku, tapi hanya untuk tawaku bukan sedihku.
untuk kalian, bukankah kita sudah terbagi-bagi?
ternyata gelas yang pernah retak itu sudah benar-benar pecah. sudah di lem tapi bagian yang retak tidak pernah kembali sempurna seperti saat belum retak. dan sekarang? sudah saatnya pecah.

Khayalan yang terkadang terlintas dalam pikiran, sirna seperti pasir yang diterbangkan oleh angin. butirannya terbawa angin dan perlahan menghilang.

Terimakasih untuk pertemanan yang singkat tapi manis.
Terimakasih Tuhan, telah pertemukan aku dengan mereka
Terimakasih tanggal 18...

No comments:

Post a Comment

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...