Hai apa kabar?
Aku harap kamu baik-baik saja ya. Kamu tahu? Sudah satu tahun lebih tidak
bertemu, komunikasi pun juga sudah tidak, tapi apa kamu tahu satu hal? Aku
disini masih mengagumi mu. Kenapa? Jangan pernah tanya kenapa, karena yang memberi
rasa itu bukan aku, tapi Tuhan dengan segala kuasa-Nya menciptakan rasa indah
namun sakit.
Kamu, sebuah
nama yang seharusnya tidak boleh ku sebut sampai tanggal 31 Desember nanti.
Terlalu singkat
namun indah cerita yang kamu tulis di kertas kehidupan ku. Masih ku ingat mata
kita saling bertatapan. Sesaat bercanda dan akhirnya aku menemukan bahwa aku
jatuh cinta padamu.
Aku mungkin
perempuan bodoh, yang mengisi titik titik dalam soal tanpa tahu soalnya apa.
seperti menunggu entah apa yang di tunggu.
Tapi aku mulai
ikhlas, iya ikhlas mengagumi mu dari jauh. Ikhlas dengan kesibukan yang aku
punya untuk melupakanmu. Kamu tahu? Dibalik kesibukan yang aku punya ada
sesuatu yang ingin aku lupakan.
Dan sebentar
lagi bulan Desember, hanya menunggu waktu sebulan untuk tanggal 31. Dan
akhirnya 2 tahun sudah kita tidak bertemu, tanpa saling sapa di social media. Tapi
perempuan ini masih mengagumi mu. Aku hanya berharap setelah tanggal itu, aku
bisa benar-benar melupakanmu.
Terimakasih
untuk sebuah kata indah yang pernah kau berikan padaku, dan sikap yang membuat
ku seperti melayang di udara. Mungkin kamu lupa, tapi setidaknya aku sampaikan
rasa terimakasih ini pada hujan yang turun di malam ini.
No comments:
Post a Comment