Sunday, November 30, 2014

Buat Kamu

Hai apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja ya. Kamu tahu? Sudah satu tahun lebih tidak bertemu, komunikasi pun juga sudah tidak, tapi apa kamu tahu satu hal? Aku disini masih mengagumi mu. Kenapa? Jangan pernah tanya kenapa, karena yang memberi rasa itu bukan aku, tapi Tuhan dengan segala kuasa-Nya menciptakan rasa indah namun sakit.

Kamu, sebuah nama yang seharusnya tidak boleh ku sebut sampai tanggal 31 Desember nanti.
Terlalu singkat namun indah cerita yang kamu tulis di kertas kehidupan ku. Masih ku ingat mata kita saling bertatapan. Sesaat bercanda dan akhirnya aku menemukan bahwa aku jatuh cinta padamu.

Aku mungkin perempuan bodoh, yang mengisi titik titik dalam soal tanpa tahu soalnya apa. seperti menunggu entah apa yang di tunggu.
Tapi aku mulai ikhlas, iya ikhlas mengagumi mu dari jauh. Ikhlas dengan kesibukan yang aku punya untuk melupakanmu. Kamu tahu? Dibalik kesibukan yang aku punya ada sesuatu yang ingin aku lupakan.

Dan sebentar lagi bulan Desember, hanya menunggu waktu sebulan untuk tanggal 31. Dan akhirnya 2 tahun sudah kita tidak bertemu, tanpa saling sapa di social media. Tapi perempuan ini masih mengagumi mu. Aku hanya berharap setelah tanggal itu, aku bisa benar-benar melupakanmu.

Terimakasih untuk sebuah kata indah yang pernah kau berikan padaku, dan sikap yang membuat ku seperti melayang di udara. Mungkin kamu lupa, tapi setidaknya aku sampaikan rasa terimakasih ini pada hujan yang turun di malam ini.


No comments:

Post a Comment

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...