Saturday, July 25, 2015

Untitled 5

Lagi dan lagi. Aku menulis apa yang ingin aku tulis. Entah judul apa yang cocok untuk tulisan ku kali ini. Mungkin “Untitled” lagi untuk kesekian kalinya.

Bagaimana orang-orang menerjemahkan tentang cinta?
Apakah cinta itu harus ada yang tersakiti?
Apakah cinta itu harus menangis?
Apakah cinta itu harus mengorbankan hati?
Apakah cinta itu harus berbalas?
Apakah cinta itu artinya kesedihan?

Bagaimana dengan istilah “Cinta tidak harus memiliki?”
Apa memang tidak harus memiliki?
Atau harus saling memiliki?

Bukankah rejeki, jodoh dan maut hanya Tuhan yang menentukan?
Kita manusia sudah memiliki buku tersendiri yang di buat oleh Tuhan.
Bagaimana kita hidup, akan seperti apa hidup yang kita jalani, bagaimana rejeki kita di dunia nanti, atau jodoh ataupun kapan kita akan mati?
Bukankah semua itu sudah di tulis Tuhan?
Jika tertulis kau akan miskin seumur hidup mu, bisakah diubah?
Jika tertulis kau akan menderita seumur hidup mu, bisakah diubah?
Jika tertulis dia bukan jodoh mu, bisakah diubah?

Taukah?
Takdir yang tertulis dengan Do’a yang kita panjatkan pada Tuhan setiap harinya dapat mengubah kata Takdir?
“Dan Rabb-mu berfirman” Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S 40: 60)
 Tuhan saja sudah berjanji, setiap manusia yang memanjatkan do’a maka akan dikabulkan oleh-Nya. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau berdoa dan akan masuk neraka Jahanam dengan keadaan yang sehina-hinanya.

Jadi?
Apapun yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz semuanya bisa diubah.
Saat jalan takdir mu penuh liku, semua dapat diubah dengan do’a.
Yang pasti tidak hanya berdo’a. Tuhan pun tidak akan mengabulkan do’a orang-orang yang tidak ingin berusaha. Mungkin jika hanya berdo’a saja bisa dapat makanan yang banyak dan enak setiap harinya, tidak ada yang miskin di dunia ini. Semua kebutuhan akan tercukupi.

Bersabda Rasulullah shollallahu’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan) Allah ta’ala selain do’a. Dan tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

See?
Do’a dapat mengubah takdir sebegitu mudahnya dengan adab berdo’a yang baik tentunya dan berusaha pastinya.
Bagaimana dengan jodoh?
Terkadang wanita menangisi pria yang belum tentu pria itu jadi jodohnya kelak.
Pengalaman yang saya dapat dari teman-teman saya.
Ada yang menangisi pria yang menjadi kekasih orang lain.
Ada yang menangisi pria yang tidak memiliki status apapun, pacar juga bukan.
Ada yang menangisi pria yang sering sekali menyakitinya.
Ada yang menangisi pria yang berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama untuk menyakitinya.
Tapi mereka tetap bertahan.
Karena apa?
“Ya gimana ya, gue cinta sih sama dia”
“Ya namanya sayang mau diapain lagi”
“Gue mau buka hati lagi buat orang lain stuck nya di dia terus”
“Gue udah usaha ngelupain dan pergi tapi endingnya di dia”
“Gue tau gue bodoh tapi sayang gimana dong?”
“Gak tau lah gue sakit, dia ngecewain terus tapi sayang”
“Lo belum dapet sih yang bisa perhatian, aman, dan nyaman kalo deket dia dan akhirnya gak bisa lepas”
“Orang bilang mah gampang ngelupain tapi yang ngejalanin itu susah.”
“Dia itu cinta oertama yang paling susah gue lupain, sakit gak punya status sama dia tapi gue sayang”
“Dia abang-abang an gue, adek mana sih yang gak suka abangnya wujudin semua mimpi adeknya ini padahal semua itu gue ngebayangin sama cowo yang gue suka”
yaaaa dan lain sebagainya.

Suka gemes gemes gitu kalo nasehatin mereka. Udah tau sakit tapi masih di lanjutin.
Btw, iyasih yang nulis blog ini belum pernah ngerasain begitu sakitnya mencintai *hahahahaha
Mungkin buat umur yang dibawah 20 tahunan di maklumin kali ya untuk keluhan seperti di atas. Tapi buat umur 20an keatas. Tolong lah, kalian sudah besar tau mana yang baik dan mana yang engga.
Bukankah hati bisa tau? Bagaimana nyaman dan bagaimana sakit?

“Bahagia secukupnya.
Sedih seperlunya.
Mencintai sewajarnya.
Membenci sekedarnya.
Bersykur sebanyak banyaknya.”

Apa kalian pernah menangis sampai terseguk-seguk saat mengingat dosa apa yang kalian telah lakukan di dunia sehingga malu pada Tuhan?
Apa kalian pernah menangis mengingat bagaimana tingkah laku kalian ke orang tua kalian dan mengadukannya pada Tuhan?
Pernah?

Jika kalian tidak pernah lantas untuk apa menangisi sesorang yang hanya membuat luka, membuat sesaat terbang dan sesaat kemudian jatuh sejatuh-jatuhnya. Dia adalah orang yang belum tentu menemani sampai mati bahkan mungkin sampai bertermu di Syurga sana.

Mungkin aku adalah teman yang terjahat, saat ada seorang teman mengadukan masalahnya dengan pacarnya dan aku bilang “yaudah putus aja”.
Iya, aku pernah melakukan itu padanya. Aku mengenal baik teman ku (sebut saja M) dan dia memiliki (sebut saja Z) . Entah kenapa suatu kebetulan atau tidak, kalau aku tidak suka sama seseorang walaupun hanya sekilas dan tanpa alasan someday orang yang gak aku suka itu akan melakukan hal-hal yang membuat orang lain gak suka bahkan bukan cuma aku yang menilai.
Dan tanggapan aku saat mengetahui si M berpacaran dengan si Z, dalam hati aku berkata “YaAllah maaf kalau aku memiliki fikiran ini tapi dia gak akan lama berpacaran”. Mereka putus nyambung karena si M selalu luluh dengan rayuan si Z yang berkali-kali minta maaf. Sampai suatu saat si M bercerita untuk kesekian kalinya dengan pertengkaran mereka yang kesekian kalinya aku mengeluarkan kata-kata yang menyakiti teman ku. “Yaudah putus aja”. Seketika yaa dia marah siapa juga yang gak marah kalau temennya curhat malah ditanggepin begitu. Setelah kejadian itu aku minta maaf dan lebih mengontrol emosi saat si M bercerita padahal aku pengen sekali bilang “Lo itu udah disakitin tapi masih begitu”. Sampai-sampai saat itu aku rela pulang malam demi membuat kado annive bersama si M untuk hari annive mereka berdua.
Tapi nyatanya tidak lama mereka putus dan benar-benar putus. Setelah putus si M mengetahui bahwa saat mereka pacaran si Z dengan bebasnya jalan sama wanita lain tanpa sepengetahuan si M.
Karena kejadia itu aku dapat 11 es krim dari si M *hahahahahha.

Lanjut..

Ya begitu, terkadang otak harus jalan.
Kalau hati memaksa untuk tetap bertahan, kamu harus bisa memaksa hati untuk pergi jika itu sudah menyakiti hati dan melelahkan pikiranmu.
Memangnya kamu hanya punya hati di tubuhmu?
Masih ada organ lain di tubuhmu dan yang kau pikirkan jangan hanya hati. Jika otak dan tubuhmu sudah lelah kenapa harus stay sama orang yang nyakitin kamu.

Hidup itu mudah.
“Pertahanin yang buat bahagia tinggalin yang bikin sakit”

mungkin banyak yang akan komentar “wah ngomong doang mah gampang “ atau “ya lo gak pernah ngerasain sih” atau “yaudahsih gue ini yang disakitin kenapa lo yang ribet dah”. Kalo ada orang yang komen dengan kata-kata yang terakhir tadi dia adalah orang yang gak bersyukur karena masih ada orang yang khawatirin dia. hffttt…
atau mungkin gak akan ada yang baca karena gak ada yang tau blog ini *hahahaha.

kayaknya aku setuju dengan istilah “Cinta itu tidak harus memiliki”
Cinta seperti apa yang tidak memiliki?
Kalau cinta hanya yang berkorban satu orang saja, yang menangis hanya satu orang saja, yang tersakiti hanya satu orang saja.
Bukankah cinta itu harus saling berkorban,
Harus bersama sama dalam tangis dan tawa,
dan jika ada yang tersakiti mereka saling intropeksi dan meminta maaf.
Tapi kalaupun kalian sudah saling cinta dan sayang. Kalian saling mendoakan untuk diberikan kesempatan bersama ternyata takdir berkehendak lain mau bagaimana lagi?
Bukannya do’a dapat menubah takdir tapi kenapa kita gak bisa saling bersama?
“Karena Tuhan tau apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan”

Coba deh saat lagi suka sama orang, niatnya itu begini “Aku cinta atau sayang sama kamu karena Tuhan”
Kalo buat muslim “Anna uhibukki fillah”
Ya mau muslim atau non muslim setidaknya niatnya sama, mencintai seseorang karena Tuhan.
Jika semua karena Tuhan, saat Tuhan mematahkan hati kalian dari seseorang yang kalian sayangin atau cintai kalian akan mengerti Tuhan tidak mau kamu jatuh pada orang yang salah.
Setelah itu lanjutkan hidup dengan baik, karena yakin Tuhan benar-benar sudah siapkan yang terbaik buat kita. Tapi dengan tidak menutup hati untuk yang lain yaa..

Kalau suka sama orang juga langsung bilang jangan di pendem. Ada hadits riwayat muslim tapi saya lupa bunyi nya gimana, kurang lebih kalo gak salah ada seorang pemuda menemui Rasulullah SAW, pemudi itu bilang ke Rasulullah “wahai rasul, dia adalah orang yang aku cintai”, kemudia rasul berkata “apakah dia tahu?”, pemuda menjawab “belum ya rasul”, “kalau begitu beritahulah perasaan mu pada nya” dan pemuda itu memberitahukan perasaan pada orang yang dia sukai.

Mau nanti di terima apa engga, itu hak nya. Kita gak bisa maksain orang itu juga suka dan sayang sama kita. Gak boleh perasaan itu di paksa.
Nah, timbul pertanyaan lagi, katanya gak boleh di paksa? kenapa kita harus memaksakan hati berpaling ke yang lain padahal kita masih sayang sama dia?”
Makanya aku bilang, niatnya itu harus karena Tuhan. “Inni uhibbuki fillah” (Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah).
Cinta dan benci pada orang lain dibangun karena Tuhan, bukan karena kesenangan dunia.

Terus gimana ? gue udah berusaha lupa tapi gak bisa. Setiap dia dateng lagi, gue luluh. Gue biarin dia masuk ke hati gue, di rapihin tapi annti di acak-acak sama dia sendiri dan pergi lagi.
Niatnya kan ngelupain, jangan pernah berusaha buat ngelupain seseorang. Semakin berusaha lupa semakin sering dia akan muncul di pikiran.
Biarin aja dia datang dengan sendirinya ke pikiran kamu, terus pergi. Anggap aja angin lalu.
Kamu harus bisa kuat. Dia gak boleh sakitin hati kamu lagi. Kamu masih punya hati untuk di jaga dengan baik dan dihargai.
Ikhlasin aja yang udah pergi dan doakan yang terbaik buat dia.

“Seseorang datang di kehidupan kita ada 2 makna. Salah satu nya dia mungkin yang akan menemani kita sampai maut yang memisahkan atau makna lainnya adalah dia datang dan akhirnya pergi sehingga memberi satu pelajaran yang berarti dan salah satu warna dari sekian banyak warna di kehidupan kita”

Terus gimana sama cinta pertama? Bukannya bahagia malah penuh tangis? Dan cinta pertama itu susah di lupain. Apalagi kenangannya.
Kadang, kita itu Cuma kangen kenangannya aja. bukan kangen sama orangnya.
Dan buat cinta pertama, sedih lah pasti sedih banget kalo endingnya malah sakit banget. Nunggu lama tapi malah gak jadian.
Deket juga tapi gak jadian.
Sampai bertahun-tahun stuck di satu orang yang katanya sih cinta pertama, sampai ada orang lain yang mau masuk aja gak kamu izinin karena hati kamu udah buat si cinta pertama itu. Tapi buat apa? Menata hati dengan rapih sedangkan orang yang kamu tunggu gak tau kalau kamu udah siapin tempat yang rapih banget buat dia.
Makanya kalo suka sama orang bilang aja, jangan di pendem. itu yang buat kamu akan sakit seumur hidup.
Sampai nanti kamu punya suami pun akan kasihan, dia gak dapet cinta kamu seutuhnya.
Tuhan pun pasti gak dapet cinta itu.
Tuhan tau kok apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan. Mau do’a sambil menangis pun hanya untuk bersanding dengan si cinta pertama tapi kalau Tuhan bilang tidak? tetap tidak. dan tidak mungkin kamu jadi sama dia, kamu gak akan bisa sama dia.

“Tuhan tau apa yang kamu tidak tau, Tuhan yang mengetahui segala isi hati, segala isi langit dan bumi”

Kayaknya Cuma segini aja yang bisa di sampaikan, entah suka atau gak suka ya itu hak nya pembaca. Kalau ada salah ya dimaafin tertuma masalah hadits hadits nya hahahaha.
Gak ada yang baca sih kayaknya. Bukan maksud sok pinter atau apa, mau ngajarin atau gimana, sok bijak atau gimana.
Tapi buat temen-temen aku nangis karena cowok yang pacar kalian aja bukan, suami juga bukan. Air mata kalian itu berharga, di balik pipi yang basah karena air mata ada bedak, ada pensil alis, eyeshadow, eyeliner dan lipstick yang harganya mahal. -__-





No comments:

Post a Comment

Kita

Pagi terlalu dini untuk hati yang ingin pergi Siang terlalu terik untuk hati yang tercabik Malam terlalu larut untuk hati yang kalut Pun...